Akhirnya masyarakat Muna telah memilih Pemimpinya yang akan menjadi Bupati periode 2010-2015. Merujuk pada Hasil Pleno KPUD tanggal 16 Juni 2010:No.1 KADIN 19609 (14,90%);
No.2. ILHAM 12869 (9,75%);
No.3 DAMAI 47463 (36,07%);
N0.4. GADIS 8363 (6,36%); dan
No.5 RAMAH 43329 (32,93%) dari total vote 131591 suara.
Maka yang menjadi Bupati Muna terpilih adalah dr LM. Baharuddin,M,Si - Ir. Malik Ditu,M,Si dengan perolehan suara 47463 (36,07%) mengalahkan pasangan RAMAH yang hanya memperoleh suara 43329 (32,93%).Sebagaimana yang pernah kami nyatakan sebelumnya,ketika sebahagian kalangan saling klaim mengklaim kemenangan sementara hasil Pleno KPUD belum di keluarkan, tetapi pasangan ini telah di nobatkan sebagai Bupati dalam situs ini pada 12 juni 2010,baca di sini, dan ramalan kami tidak meleset sama sekali"berdasarkan data-data dari contributor citizen media kami di Muna .
Sedikit sorotan kemenangan DAMAI menjadi sangat menarik dengan menganalisis faktor-faktor dibalik kemenangan pasangan DAMAI yang mengalahkan pasangan yang didukung oleh kekuatan mesin birokrasi dan sumber daya finansial.
Kemenangan yang bermartabat
Pasangan Damai dengan kekuatan sumber finansial yang terbatas bahkan melalui sejumlah dana yang dikumpulkan secara sukarela oleh masyarakat, kemudian masyarakat juga sendiri yang memobilisasi dirinya ketika pelaksanaan kampanye terbuka,di beberapa wilayah pedesaan seperti halnya di kecamatan Kabawo dan Kabangka, masyarakat yang memiliki kendaraan roda dua dengan sukarela mengantar jemput warga yang tinggal di kebun guna menghadiri kampanye yang di lakukan oleh tim sukses DAMAI,dan di beberapa desa juga tidak sedikit yang menghadapi hambatan dan halangan dari beberapa oknum dan aparat desa agar tidak turut serta menghadiri kampanye DAMAI' bahkan masyarakat sendiri yang mengadakan atribut kampanye seperti baju, spanduk dan lainya."Akhirnya perjuangan mereka itu tidak sia-sia dengan terwujudnya harapan mereka pada kemenangan pasangan DAMAI hari ini.
Kemenangan Damai ini menunjukan bahwa betapa kekuatan mesin birokrasi dan finansial tidak cukup kuat atau menjadi faktor yanng menentukan dalam mengarahkan pilihan rakyat Muna. Masyarakat Muna telah menunjukan jati dirinya dalam memilih pemimpin berdasarkan hati nuraninya sebagaimana suatu Suku Bangsa yang memiliki akar dan tradisi yang panjang dalam berdemokrasi dan memiliki kecerdasasan untuk memilihj pemimpin yang benar-benar berkualitas untuk kemajuan daerah.
Kemenangan pasangan Damai ini juga sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai local yang merupakan ingenius local masyarakat Muna masih menjadi pandangan hidup yang mempengaruhi perilaku masyarakat termasuk dalam memilih Pemimpinya. Falsafah Hansuru mbadha konohansuru liwu, Hansuru liwu konohansuru adhati, Hansuru adhati sumahanomo tangka agama. Orang Muna menunjukan bahwa mereka memilih Bupati dengan mengensampingkan kepentingan diri sendiri dengan tidak menghiraukan ancaman mesin birokrasi yang menyebabkan mereka kehilangan jabatan atau dimutasi dari tempat tugasnya serta mengabaikan tawaran uang tetapi lebih mengikuti hati nuraninya dengan memilih orang yang tepat dalam memimpin daerah.
Kemenangan pasangan DAMAI ini juga sekaligus merepresentasikan kemenangan sebagian besar masyarakat yang menghendaki terjadinya reformasi dan perubahan mendasar atas kepemimpinan di Muna dalam sepuluh tahun terakhir yang mempraktekan model manajemen pemerintah dan kebijakan pelaksanaan Pembangunan yang berorientasi pada kepentingan kelompok tertentu di Kab, Muna.
Faktor semangat perubahan inilah menjadi sumber energi yang menggerakan hati nurani masyarakat Muna untuk kemudian memilih bergabung dengan pasangan yang dianggap membawa semangat perubahan dan perbaikan dibandingkan dengan pasangan lain yang memilihi tagline melanjutkan pembangunan.
Semangat perubahan inilah yang merupakan faktor penentu kemenangan dan sekaligus menjadi tantangan bagi Bupati Muna terpilih.