Awas Aksi Anarkis Pada Pleno KPU Muna

Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Ito Sumardi menunjukkan mobil pengintai milik Bareskrim.
Anti Batu, Mampu Rekam Demo dari Jarak 500 Meter "Seperangkat alat perekam berupa satelit itu, diklaim lebih canggih dari alat yang dimiliki wartawan. Seperti apa?
Bareskrim Mabes Polri melengkapi diri dengan mobil pengintai demo-demo besar atau aksi yang berpotensi anarkis. Kendaraan itu dilengkapi alat-alat perekam suara dan gambar yang bisa merekam dari jarak 500 meter.
"Alat-alat yang ada di mobil pengintai milik Bareskrim ini memang ditujukan untuk mengintai demonstrasi dan kerusuhan. Kalau ada demo besar, semua peristiwa bisa direkam secara audio dan gambar. Alat (dari satelit)-nya bisa merekam dari segala arah, ada juga foto dan suaranya. Hasil rekaman bisa dijadikan BB (barang bukti). Begitu pula, kalau ada petugas yang bertindak di luar ketentuan, akan diketahui lewat alat itu.Dengan demikian Polri juga punya bukti untuk membela diri kalau diserang soal pelanggaran HAM. Alat itu akan merekam semua peristiwa dalam aksi-aksi, tapi utamanya aksi-aksi yang besar.Seperangkat alat perekam berupa satelit itu, diklaim lebih canggih dari alat yang dimiliki wartawan.
Ditekankan lagi, proses identifikasi, penyamaran dan pengintaian dengan mobil itu, memang akan sulit diketahui pengunjuk rasa. "Sekilas, mobil itu seperti kendaraan pribadi biasa. Kadang-kadang mengintai orang di dalam rumah, cukup parkir di dekat rumahnya. Orang kadang tidak tahu kalau itu mobil pengintai. Paling dikira mobil tamu.

Seputar pengamanan saat pleno pemilukada KPU Muna pada rabu 16 juni nanti

Untuk pengamanan pleno KPU Kabupaten Muna 16 juni 2010 nanti, Kepolisian menyiapkan 600 personil di KPU. Untuk jumlah Kepolisian yang ada di Muna, sebanyak 1054 personil. “Pasca perhitungan di PPK,semua personil akan kumpul di Kota Raha,“. Simpatisan pendukung calon Bupati (cabup) yang bakal melakukan aksi anarkis, saat pleno pemilukada KPU Muna, sebaiknya berpikir dua kali. Jajaran kepolisian yang dipimpin langsung Kapolda Sultra, Brigjen Pol Drs Sukrawardi Dahlan, melakukan show of force di Muna. Kapolda melakukan konvoi mengelilingi Kota Raha, yang diikuti ratusan personil Kepolisian, akhir pekan lalu.

“Masyarakat jangan cemas berlebihan, menanggapi berita-berita yang belum tentu kebenarannya,“ masyarakat, untuk bisa menghormati tahapan pemilukada di Muna. Jangan terpancing atau terprovokasi, terhadap klaiman kemenangan dari berbagai pihak.Yang berhak memutuskan sebagai pemenangan, KPU sebagai penyelenggara.

Simpatisan pendukung calon Bupati (cabup) yang bakal melakukan aksi anarkis, saat pleno pemilukada KPU Muna pada rabu 16 juni nanti, sebaiknya berpikir dua kali" jangan menjadi teledor dan menghancurkan diri sendiri serta masa depan keluarga tercinta anda hanya karena kepentingan pribadi seseorang.

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan jangan sampai terjerat dengan undang-undang UUITE

Lebih baru Lebih lama

Popular Items

Sejarah Negeri Wuna