Gubernur Sultra Berang Difitnah Juru Kampanye Pemilu Kada Muna
KENDARI--MI: Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengatakan ada propaganda untuk memfitnah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam kampanye calon bupati oleh seorang juru kampanye pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang saat ini sedang berlangsung.
Kepada sejumlah wartawan media cetak dan media elektronik di Kendari, Gubernur Sultra mengaku propaganda yang dilakukan saat kampanye calon bupati Muna adalah pernyataan Gubernur Sultra dan Wakil Sale Lasata selama dua setengah tahun dianggap tidak pernah memperhatikan pembangunan di Kabupaten Muna. Propaganda yang dilakukan oleh seorang juru kampanye merupakan fitnah untuk merusak citra Pemprov Sultra yang dipimpin oleh Nur Alam.
Saat ini, Pemerintah Propinsi Sulawesi Tenggara telah meberikan dana untuk pembangunan Kabupaten Muna, baik dari anggaran APBD maupun APBN sejak 2008 hingga 2010 sebesar Rp543.708.789.200. Bantuan pembangunan dari APBD sebesar Rp262.365.720.200. Dari APBN sebesar Rp62.638.555.000.
Menurut Nur Alam, selain bantuan pembangunan untuk Kabupaten Muna melalui beberapa lokasi anggaran, Pemprov Sultra telah melucurkan dana untuk 205 desa, 31 kelurahan, dan 23 kecamatan di Kabupaten Muna sebesar Rp40 juta rupiah per desa, kelurahan, dan kecamatan. Namun sampai saat ini, pemerintah kabupaten baru menyalurakan bantuan untuk desa, kelurahan, dan kecamatan sebesar Rp20 juta.
Jika nanti dana yang sisa Rp20 juta tidak diserahkan, maka untuk tahun berikutnya, dana sebesar Rp100 juta per desa, kelurahan, dan kecamatan akan ditunda dan tidak akan diserahkan untuk anggaran berikutnya.
Nur Alam mengharapkan agar pemerintah kabupaten menyalurkan dana blockgrand yang sisa dan mempertanggungjawabkan penggunaannya sehingga dana yang disalurkan dapat diketahui peruntukannya. Saat ini, Pemprov Sultra terus memberikan surat teguran untuk Kabupaten Muna agar semua dana yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan.
Propaganda yang dilakukan oleh seorang juru kampanye di Kabupaten Muna hanya ingin merusak citra dirinya dan Pemprov Sultra. Jika saat ini dirinya tidak pernah ke Kabupaten Muna untuk memantau Pemilu Kada Muna, "Itu hanya untuk mencegah pertentangan politik di Kabupaten Muna," tegas Nur Alam.
KENDARI--MI: Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengatakan ada propaganda untuk memfitnah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam kampanye calon bupati oleh seorang juru kampanye pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang saat ini sedang berlangsung.
Kepada sejumlah wartawan media cetak dan media elektronik di Kendari, Gubernur Sultra mengaku propaganda yang dilakukan saat kampanye calon bupati Muna adalah pernyataan Gubernur Sultra dan Wakil Sale Lasata selama dua setengah tahun dianggap tidak pernah memperhatikan pembangunan di Kabupaten Muna. Propaganda yang dilakukan oleh seorang juru kampanye merupakan fitnah untuk merusak citra Pemprov Sultra yang dipimpin oleh Nur Alam.
Saat ini, Pemerintah Propinsi Sulawesi Tenggara telah meberikan dana untuk pembangunan Kabupaten Muna, baik dari anggaran APBD maupun APBN sejak 2008 hingga 2010 sebesar Rp543.708.789.200. Bantuan pembangunan dari APBD sebesar Rp262.365.720.200. Dari APBN sebesar Rp62.638.555.000.
Menurut Nur Alam, selain bantuan pembangunan untuk Kabupaten Muna melalui beberapa lokasi anggaran, Pemprov Sultra telah melucurkan dana untuk 205 desa, 31 kelurahan, dan 23 kecamatan di Kabupaten Muna sebesar Rp40 juta rupiah per desa, kelurahan, dan kecamatan. Namun sampai saat ini, pemerintah kabupaten baru menyalurakan bantuan untuk desa, kelurahan, dan kecamatan sebesar Rp20 juta.
Jika nanti dana yang sisa Rp20 juta tidak diserahkan, maka untuk tahun berikutnya, dana sebesar Rp100 juta per desa, kelurahan, dan kecamatan akan ditunda dan tidak akan diserahkan untuk anggaran berikutnya.
Nur Alam mengharapkan agar pemerintah kabupaten menyalurkan dana blockgrand yang sisa dan mempertanggungjawabkan penggunaannya sehingga dana yang disalurkan dapat diketahui peruntukannya. Saat ini, Pemprov Sultra terus memberikan surat teguran untuk Kabupaten Muna agar semua dana yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan.
Propaganda yang dilakukan oleh seorang juru kampanye di Kabupaten Muna hanya ingin merusak citra dirinya dan Pemprov Sultra. Jika saat ini dirinya tidak pernah ke Kabupaten Muna untuk memantau Pemilu Kada Muna, "Itu hanya untuk mencegah pertentangan politik di Kabupaten Muna," tegas Nur Alam.